*BAB 3: KEMBALI SANG PRINCE YANG TERBUANG*
Hari itu gerbang utama Klan Li ramai seperti biasa. Para murid luar sibuk lalu lalang membawa bahan kultivasi, para tetua duduk di paviliun mengawasi, dan di tengah alun-alun besar tergantung spanduk merah besar bertuliskan "Selamat Bertunangan Tuan Muda Zhao dan Nona Muda Wang". Tiga tahun sudah berlalu sejak Li Chen dibuang ke Lembah Abyss, dan selama tiga tahun itu nama Li Chen sudah dilupakan. Bagi Klan Li dia hanyalah noda, pecundang yang spirit core nya hancur dan tidak layak disebut sebagai keturunan Klan. Wang Xue berdiri di atas panggung tinggi dengan gaun pengantin merah menyala, di sampingnya berdiri seorang pria tampan berjubah emas dari Klan Zhao yang memancarkan aura Tahap Inti Emas. Tawa dan ucapan selamat membanjiri tempat itu, tidak ada satupun yang menyangka hari bahagia itu akan berubah menjadi hari pembantaian. Tiba-tiba angin kencang berhembus dari arah selatan, awan hitam menutupi langit dan tekanan spiritual yang mengerikan turun seperti gunung menimpa seluruh Klan Li. Para tetua yang awalnya santai langsung berdiri, wajah mereka pucat karena mereka bisa merasakan aura itu bukan milik manusia biasa. "Siapa berani lancang ke Klan Li!" teriak Kepala Klan Li, tapi suaranya tercekat ketika melihat sosok berjubah hitam berjalan pelan dari gerbang. Langkahnya lambat tapi setiap jejaknya membuat tanah retak. Topeng hitam menutupi wajahnya, hanya sepasang mata keemasan yang menyala dingin seperti dewa kematian yang turun ke dunia. Di belakangnya mengikuti 10 sosok monster mengerikan yang dipenuhi aura darah, dan tekanan spiritual Tahap Roh Nascent menyapu seluruh area hingga lutut para murid luar langsung lemas.
"Bubarkan pertunangan ini," suara pria bertopeng itu datar tapi menggema ke setiap sudut Klan Li, membuat gendang telinga semua orang sakit. Wang Xue yang awalnya sombong kini wajahnya pucat pasi, tangannya gemetar karena dia bisa merasakan tekanan itu mengincar dirinya secara langsung. Tuan Muda Zhao dari Klan Zhao langsung maju dan meninju ke udara mencoba menahan tekanan, tapi dengan satu lambaian tangan pria bertopeng itu, tubuh Tuan Muda Zhao terpental sejauh 100 meter dan menabrak tembok hingga muntah darah. "Kau siapa! Berani menyentuh orang Klan Zhao!" bentak Kepala Klan Li sambil melepaskan aura Tahap Jiwa Baru Lahir miliknya, tapi pria bertopeng itu hanya tertawa pelan. Dia melepas topengnya perlahan, dan ketika wajah itu terlihat semua orang ternganga. Itu wajah yang sama yang dulu mereka buang, wajah yang dulu mereka hina sebagai sampah, tapi sekarang wajah itu memancarkan wibawa seorang kaisar. "Li... Li Chen?" bisik salah satu tetua dengan suara bergetar. Li Chen menatap ayahnya sendiri, tatapannya kosong tanpa emosi. "Ayah masih ingat saya? Anak yang dulu ayah buang ke jurang karena dianggap tidak berguna?" tanyanya pelan, tapi setiap kata seperti palu yang menghantam hati semua orang. Wang Xue mundur beberapa langkah, dia ingin kabur tapi tubuhnya tidak bisa bergerak karena sudah dikunci oleh energi Li Chen. "Kau... kau seharusnya sudah mati!" teriak Wang Xue histeris. Li Chen berjalan mendekat, setiap langkahnya membuat lantai batu pecah. Dia berhenti tepat di depan Wang Xue dan Tuan Muda Zhao yang tergeletak. `[DING] [Misi Sistem: Balas Dendam Tahap 1 - Perlihatkan Kekuatan] [Hadiah: Teknik Pedang Pemusnah Langit]`
Li Chen mengangkat tangannya dan seketika langit terbelah. Sebuah pedang raksasa berwarna emas muncul di atas Klan Li, ujungnya mengarah tepat ke panggung pertunangan. "Tiga tahun lalu kalian mengambil segalanya dariku. Hari ini aku datang mengambil kembali... dengan bunga," kata Li Chen dingin. Dia menjentikkan jari dan pedang itu menebas ke bawah tapi berhenti satu senti di atas kepala Wang Xue. Tekanan anginnya saja sudah membuat panggung hancur berkeping-keping. Seluruh Klan Li berlutut, tidak ada yang berani bergerak. "Mulai hari ini, Klan Li akan tunduk padaku. Atau aku ratakan tempat ini." Li Chen berbalik dan berjalan pergi, meninggalkan keheningan yang mencekam dan benih ketakutan yang akan tumbuh di hati setiap orang Klan Li. Perang baru saja dimulai.
---