Hingga akhirnya tibalah aku di sebuah pangkalan taxi. “Alhamdulillah akhirnya kita sampai Mas … ” kataku sambil turun dari motor. Si ojek tetep tidak turun dan tidak mematikan motornya. “Berapa Mas?” tanyaku sambil siap-siap mengeluarkan dompet dari tasku. Tetap tidak ada jawaban. Aku sudah merasa lelah juga. Apalagi ditambah dengan aroma hangus yang sampai saat ini masih mengikuti ku. Mencoba menegur ojek itu kembali, tetap dia tidak menjawab dan menoleh ke aku. Ku langkahkan kakiku ke depan ojek itu agar bisa melihat wajah dan reaksi si ojek. “Astaghfirullah … Astaghfirullah … Astaghfirullah” langsung ku berlari menjauh dari ojek tersebut. Rupanya itu yang menyebabkan aku mencium aroma hangus tadi. Uh, betapa sialnya aku hari ini. Seharian horror melulu dapatnya. Hufffff … aku tertundu

