Sahabatku Mimin

1098 Words

Namun keadaan dirumah tidak bisa disembunyikan, tetap aku merasa ada yang aneh. Tidak ada kesibukan sebagaimana pada umumnya. Biasanya setiapa ada warga yang meninggal, pasti orang pada sibuk memasak, warga pada rewangan (membantu) untuk persiapan Tahlilan hingga tujuh malam berturut-turut. Semua kebiasaan itu benar-benar tidak ku lihat. Wargapun satu orang tak ada yang terlihat batang hidungnya. Kok aneh ya, batinku. Aku beranikan bertanya pada salah satu sepupuku. Yang kudapat jawaban ketus. Begitu juga ku tanya pada istri Pakde yang kebetulan hari itu sudah pulang. Malah ia lebih jutek. Aku malah bingung sendiri. Aku putuskan pergi ke warung untuk membeli perlengkapan mandiku. Karena terburu-buru waktu berangkat aku lupa membawanya. Sampai di warung, aku melihat ada beberapa ibu-ibu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD