Ustad JH berusaha menengahi mereka. Perlahan mereka di minta tenang dan menjelaskan lagi permasalahannya. Adikku sudah terlihat geram dengan mereka. Aku paham kondisinya karena ia menyayangi keluargaku. Aku berusaha tegar mendengar semua cerita pembantuku dan Pras suamiku. Sungguh ujian yang harus ku hadapi sangat berat. Namun ku percaya Allah takkan mengujiku dengan hal yang diluar kemampuanku sebagai hamba-Nya. Dengan berbesar hati aku pun memaafkan mereka semua. Karena semua sudah terlanjur terjadi, suamiku pun tak mungkin akan hidup kembali. Aku hanya manusia biasa, takkan bisa menghukum mereka yang juga ku sayangi. Biar kelak nanti mereka terima perhitungan atas perbuatan mereka. Semoga Allah mengampuni mereka-mereka yang telah menyakitiku. Pak Ustad JH yang mendengar perkataanku,

