Kondisi Dira sedikit membaik namun Wiliam melarangnya untuk masuk kerja, ia takut nanti anak- anak disana pada terjangkit. Will memakai jam tangannya di depan cermin kamar Dira setelah selesai ia berbalik melihat Dira duduk dipinggir kasur. Will mencium kening Dira yang terlihat murung. ‘’Abang.’’ Ujar Dira memelas alisnya bahkan berkerut. Will menegakan badannya dan mencubit pipi Dira. ‘’Nurut, mending nulis dirumah. Oh ya… buatkan Abang bekel gak tadi?’’ ‘’Iya, salad sayur sama beef belly pakai saos mayo.’’ Jawab Dira ia keluar dan dibuntuti oleh Will. Dira memperlihatkan bekal ditangannya kepada William, William mengacungkan jempolnya sambil memakai tas ransel yang berisi laptop. William kemudian mencium Emah yang sedang sarapan dan Dira. ‘’Makasih sayang, Abang pergi dulu. Jangan

