Menatap punggung seorang pria yang saat ini berada di hadapannya. Rasanya Andrea ingin sekali mencekik tau bahkan melempari pisau ke arah pria itu hingga tewas. Atau mungkin menambah mati pria itu dan membuang jasadnya ke kandang buaya. Namun, mengingat ada bayi yang saat ini berkembang di perutnya, membuat wanita itu memilih pergi dari dapur dan menuju ke ruang keluarga. Alangkah baiknya jika dia pergi dulu dan menenangkan diri sambil menerima kenyataan. Jika orang yang ada di hadapannya saat ini adalah suami dan juga calon daftar yang harus dibunuh. Kembali bangkit dari duduknya, Andrea memilih mengambil kopernya dan juga memasukkan beberapa bajunya. Tentu saja hal itu langsung membuat Keano yang menatapnya heran. "Ea kamu mau kemana?" tanya Keano heran. "Aku harus pergi, ada peker

