Bab 10 - Sedikit Menenang

1524 Words

Seperti biasa, Galih selalu pergi sebelum Adhera bangun dari tidurnya, dan pulang ketika hari sudah gelap. Ini sudah hari kelima Adhera menjadi tawanannya. Dan hari ini, lagi-lagi Galih pulang dengan membawa makanan untuknya. Bahkan cukup banyak. Ya, sejak hari ketiga itu dia memang selalu memberikan Adhera makanan. Sebenarnya Galih juga meninggalkan makanan untuknya di dapur sebelum ia berangkat. Tapi Adhera tidak pernah menyentuhnya. Nafsu makannya seperti sudah tidak ada lagi saat ini. Sejak peristiwa kemarin pun ia sudah jauh lebih pasrah sekarang. Percuma melawan, ia tidak akan menang. Lagi pula, hidupnya kini sudah hancur. Apa lagi yang mau ia pertahankan? Tidak ada. Sama seperti kemarin, Galih memaksanya untuk makan walau Adhera sebenarnya tidak merasa lapar. Tapi karena takut akan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD