Gembong, Pati Gedung Panti Asuhan Gempita Bintang masih memusatkan perhatiannya pada layar smartphone yang tengah menampilkan panggilan video bersama ibunya di Jepang. "Nyebelin banget kan, Ma? Gara-gara dulu stiknya lepas hilang satu, nilainya jadi dikurangin sama bu guru," kikih Bintang ketika bercerita tentang pengalamannya membuat seni kriya di SMA-nya dulu. "Bintang nggak nyangka pigura ini masih ada di sini." Bukannya ikut tertawa mendengar cerita lucu putranya—Emeralda—wanita paruh baya itu justru membekap mulut dengan tangan kanannya. Tidak mampu berkata-kata, hanya sebulir air mata yang dibiarkannya lolos mengalir di pipi. "Lho, kok Mama malah nangis?" Bintang yang berubah panik, segera menatap ibunya intens. Kepala Emeralda menggeleng. Ia buru-buru menyeka bekas air mata ke

