Kejujuran Adrian.. Jasmine masih membayangkan wajah wanita dibawa dua pengawal tadi. Mencari tau dari Adrian. Adrian tengah sibuk mengurus pekerjaannya. "Beib..." Tanya Jasmine ragu. "Hmm..." Adrian masih acuh. "Ehmmm... Tadi diluar mesra, didalam cool abis." Kekehnya. "Sebentar sayang. Ada beberapa pekerjaan harus aku selesaikan." Adrian fokus pada layar laptop. "Aku boleh nanya nggak.?" Makin ragu dalam bertanya. "Boleh, tanya aja. Aku sambil kerja, aku harus kirim segera." "Tadi aku melihat wanita, dibawa dua pengawal, apa dia akan dimutilasi daddy.?" Jasmine terdiam saat Adrian menatap wajahnya, tidak ada ekspresi. Adrian mengusap kepala Jasmine, "Apa yang kamu lihat, kamu dengar, kamu harus diam." Pesan Adrian. "Kenapa.?" Jawabnya polos. "Karena siapapun yang masuk kerum
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


