Bahagia Adrian.... Adrian berteriak mengguncang wajah Bram, mengacak rambutnya. "I love you brother. I love you so much." Peluk Adrian. "Gue selalu memberikan yang terbaik buat lo. Lo udah pantes menikah. Umur kita cuma beda beberapa bulan, gue rasa Jasmine cocok sama lo, pintar masak." Kekeh Bram. "Biasanya pintar masak, pintar juga di eheeeem..." Tawa Adrian. "Fene nggak bisa masak, mantap dieeeheeem." Geram Bram. Hahahahaa.... Fene membuka pintu. "Kita makan yuuuk, diresto bawah. Laper." "Ya, time makan siang." Bram merangkul Adrian. "Jasmine, kita lunch." Tarik Adrian tanpa memperdulikan pekerjaan Jasmine. "I i iya beib... Tunggu. Huuufhh." Kesal Jasmine mengikuti Adrian. Fene dan Bram mengikuti langkah Adrian dari belakang. "Iiiiigh... Bebeb bos... Nggak sabaran." Gerut

