Part 10, Kenyataan...

856 Words
Flashback Mark Calire Zurk.... Mark dan Adriana bersahabat sejak kecil. Sama-sama besar di Swiss, orang tua membawa mereka pindah ke Singapura, beberapa tahun kemudian, menetap di Jakarta. Mark menghabiskan waktu bersama Adriana... Belajar, menari, menekuni bisnis keluarga mereka. Mark jatuh cinta pada Adriana, tapi Mark takut mengungkapkan perasaannya, Adriana menganggap Mark sebagai sahabat, saudara dan teman terbaiknya. Mark menemani Adriana saat berkenalan dengan Chiang Lim, Mark pikir Chiang Lim adalah sahabat dekat Adriana. Perlakuan Adriana kepada Lim, sama persis kepada dirinya. Saat Adriana mengatakan ingin menikahi Chiang Lim, Mark terdiam, beberapa minggu kemudian Mark mengenalkan Marisa kepada Adriana dengan tujuan agar Adriana cemburu. Adriana sedikit pun tidak merasakan, cemburu atau apapun terhadap Mark. Keputusan Adriana tetap bulat menikahi Chiang Lim. Hati Mark hancur. Mark memutuskan lebih dulu menikahi Marisa di Swiss. Tidak lama disusul pernikahan mewah Adriana dan Chiang Lim di Shanghai. Setelah menikah mereka masih berteman, Mark merayu Adriana dengan alasan melanjutkan bisnis orang tua mereka, mengumbar kata-kata 'sayang jika bisnis tidak di teruskan'. Mereka pindah ke Jakarta, sesekali mereka pulang ke Swiss.Tapi Adriana, lebih sering mengahabiskan waktu di Shanghai bersama Chiang Lim. Beberapa tahun menikah, Adriana mengandung, Adrian Moreno Lim. Berbeda dengan Marisa, Mark gelisah menyalahkan keadaan karena tidak kunjung mendapatkan keturunan. Mark berjanji pada Adriana akan membesarkan Adrian di Swiss. Mark makin menggebu, saat Chiang Lim menawarkan satu bisnis. Disanalah Mark Claire Zurk mendapat celah bisa mengenal sahabat Chiang Lim yaitu Edward Lincoln. Bisnis haram mereka sangat cepat berkembang. Keserakahan merasuki otak Mark. Ingin menguasai bisnis Chiang Lim sepenuhnya juga memiliki Adriana Lim. Mark merencanakan kematian Chiang Lim, tanpa diketahui oleh siapapun. Membayar mahal sniper handal dari Italy 'Jack.' Kematian Chiang Lim mengejutkan Edward Lincoln selaku sahabatnya. Edward tidak tinggal diam, mengusut tuntas penyebab tewasnya Chiang Lim. Disatu kesempatan Mark terus menggoda Adriana dari Swiss hingga membawa Adriana ke Jakarta. Diperjalanan panjang mereka, Mark dapat menaklukkan Adriana. Marisa mendapati Mark sedang bercinta dengan Adriana. Marisa murka, Adriana mengambil sikap menjauhi Mark. Saat itu juga Mark memutuskan kembali ke Swiss meminta pada Fene putri angkatnya, meneruskan bisnisnya di Jakarta. Adriana pun melakukan hal yang sama pada Adrian. Mark terus datang memohon kepada Adriana, meneruskan hubungan mereka. Edward Lincoln menemukan bukti pembunuhan Chiang Lim, memberi tau pada Adriana. Meminta Adriana ikut ke Amerika. Edward melindungi Adriana, karena Edward baru kehilangan istrinya, disebabkan penyakit kanker kulit. Edward Lincoln menikahi Adriana Lim, Adriana tidak mau merubah namanya menjadi Adriana Lincoln. Edward mengikuti jika itu terbaik buat Adriana. Sesungguhnya hati Edward belum sepenuhnya mencintai Adriana. Komitmen yang pernah dia ucapkan kepada Chiang Lim semasa hidupnya, Edward terus belaja mencintai Adriana. Adriana berusaha menjadi istri yang baik. Keputusan Adriana memilih pergi dari Mark, kemudian mengetahui Adriana telah menikahi Edward, disaat itu pula dendam Mark kepada keluarga Adriana dan Edward bermula. Sebenarnya Mark ingin manguasai Adriana untuk merebut hak asuh Adrian Moreno Lim sebenarnya adalah anak biologis Mark bersama Adriana. Adriana sengaja memberi nama belakang Lim pada Adrian, agar Chiang Lim tidak mengetahui perselikuhan mereka. Marisa menyimpan semua bukti-bukti perselingkuhan Adriana dan Mark, hingga Chiang Lim meninggal dunia. Edward tidak pernah mengetahui status biologis Adrian sebenarnya. Marisa menghubungi Edward agar menemuinya, tapi diketahui oleh Mark. Sejak saat itu, Mark menyiksa Marisa, tanpa sepengetahuan Fene. Mark Claire Zurk berusaha menjadi Papi yang baik di hadapan putri angkatnya Fene Claire Zurk. Home Adriana... Edward memutuskan menghabiskan waktu beberapa hari bersama anak asuhnya. Edward mendengar perdebatan antara Adrian dan Bram. "Lo jangan pernah mendekati Fene lagi." Sarkas Bram. "Heiiii... Cinta membutakan mata lo, gue kasih tau yah, darah Mark Calire Zurk ada pada Fene Claire Zurk, suatu hari dia pasti menghianati lo." Tunjuk Adrian tepat di wajah Bram. "Ya... Dia berhianat sama lo.?" Jawab Bram enteng. Adrian terdiam seketika, wajah Bram memerah. "Ingat dri... Fene Claire Zurk memiliki Marisa, Mami Adriana.... Tau lo." Bram pergi meninggalkan Adrian, dihadang Edward. Bram tersentak kaget. Pergi meninggalkan Adrian di ruangan Edward. "Kenapa kalian berdebat.?" Tanya Edward pada Adrian. Adrian terdiam, memilih meninggalkan Edward di ruangannya. 'Apakah mereka memperebutkan Fene.?' bisik hati Edward. Edward menelfon Alberth... "Beritahu saya informasi Adrian dan Bram." Perintah Edward. "Bram menghabiskan waktu bersama Fene di Netherland dan Paris mister." Jawab Aberth spontan. "Menurut informasi, Adrian juga sering bersama Fene selama di Jakarta." "Veni.?" "Veni kekasih Adrian, anak William Smith mister." "Kapan terakhir Fene komunikasi dengan Mark atau Marisa.?" "Lima hari lalu mister." "Ooooh... Oke. Terimakasih. Segera siapkan orang mengawasi Fene Claire Zurk. Saya tidak mau terjadi sesuatu, terutama Bram dan Adrian." Tegas Edward. "Baik mister." "Selamat malam." Edward menarik nafas dalam. Memijit pelipis matanya yang lelah dengan permasalahan yang terjadi akhi-akhir ini. Adriana melihat Edward yang terdiam diruangannya. "Everythink oke darl.?" Tanya Adriana lembut mengusap bahu Edward. "Ya... Sedikit masalah sayang, Bram memiliki perasaan terhadap Fene. Begitupun Adrian." Edward terdiam lesu mengelus tangan Adriana yang berada dibahunya. "Love is blind darl. Biarlah mereka menyelesaikan permasalahan mereka. Kita selaku orang tua hanya bisa melihat, sesekali mengarahkan, tapi saya rasa Adrian lebih mencintai Veni, bukan Fene darl." Jelas Adriana. "Menurut Alberth Adrian sering mengahabiskan waktu bersama, begitu juga Bram sayang." "Sudahlah darl... Sekarang kita istirahat. Besok kita bicarakan lagi. Kamu mau s**u coklat darl.?" Edward berdiri mencium kepala Adriana. Beranjak pergi menuju kamar mereka.***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD