Tiga Puluh Tiga : Back To INA

2355 Words

  Ketakutan terbesarku adalah bertemu kamu yang (mungkin) masih menduduki puncak hatiku *** "Yakin mau pulang sekarang?" Cassie lagi-lagi memutar malas bola matanya mendengar ocehan pak tua di sampingnya ini. Vader-nya. Sudah berpuluh kali pak tua itu bertanya hal bodoh berulang-ulang. Sepertinya Cassie harus membeli pembersih telinga agar telinga pak tua itu berfungsi. "Kenapa? Gak boleh pulang? Gak seneng aku pulang?" hardik Cassie tanpa menoleh pada vader-nya. Cassie tak mau membuang-buang waktu untuk meladeni ocehan i***t si pak tua. Pesawatnya akan berangkat sekitar beberapa jam lagi dan Cassie belum bersiap sama sekali. Vader-nya terlihat cemas, "Bukan gitu. Cuma kalau belum siap, nanti aja pulang nya." Kali ini Cassie menatap vader-nya, menegaskan bahwa sekalipun pak tua i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD