"apa'an sih! Sana kamu pergi saja! Saya sudah bilang hari ini saya tidak mau bekerja. Jadi tolong biarkan saya aman sehari saja." Aurora memutar bola matanya jengah,lagi-lagi Reza enggan menandatangani keputusan kontrak proyek yang akan perusahaannya kerjakan bulan depan. Dan sialnya lagi kenapa selalu Aurora yang harus menghadapi situasi seperti ini. Sekertari bukan malah dirinya yabg harus mengingatkan jadwal-jadwal meeting Reza. Menyebalkan bukan? Aurora membanting berkas ia yang bawa setelah keluar dari kamar Reza. "Sial...kenapa ini harus terjadi kepada saya? Apa berhenti saja ya? Tapi bapak?" Aurora kembali mengurungkan niatnya lalu meraih ponselnya dan menekan Mbanking dilayar ponselnya. "Ya elah kurangnya banyak banget!" Aurora kembali meletakkan ponselny, menyandarkan tubuhnya l

