Part 2_pemuas nafsu

616 Words
Habis gelap terbitlah terang itu kata pribahasa. Namun itu tidak berlaku bagi Chaira. Hidupnya lebih layak dikatakan habis gelap ya gelap lagi. Seakan sinar cahaya enggan untuk menerangi kehidupan keluarganya juga kehidupan pribadinya. Dua ratus juta?entah bagaimana bisa Chaira mencari uang sebanyak itu dalam waktu semalam. Ingin rasanya ia menangis berteriak bahkan ia ingin sekali mengahiri kehidupannya yang sangatlah pahit menurutnya. Rasa lelah akan kehidupannya seakan tidak ada hentinya. Cobaan demi cobaan,hinaan demi hinaan bahkan cibiran demi cibiran seakan menjadi makanannya setiap hari. Kebal hanya kamuflase untuk mengalihkan rasa sakit hatinya. Ingin ia meluapkan semua kekesalannya namun dengan siapa ia mengadu. Dan jalan satu-satunya adalah menyerah dan menerima kenyataan jika dirinya selamanya akan seperti ini dan hidup semenyakitkan ini. Pilihan atau takdir entahlah,Chaira memilih untuk menikmatinya meski rasanya sangat mengerikan. "Bagaimana ra?" Chaira segera menatap wanita paruh baya yang tengah berdiri disamping putri kecilnya. "Dua ratus juta...dan aku harus mencarinya sekarang juga ibu!" "Nah tunggu apa lagi...!!cepat kau cari pinjaman ra...!!apa kau tidak lihat anakmu begitu kesakitan." Chaira menatap sinis kearah Lisa. Cepat cari?lo pikir duit tinggal mungut dijalanan saja hah?mau cari dimana uang sebanyak itu nenek tua?jika saja kau tidak menghambur-hamburkan uang ku aku tidak akan sesusah ini. Gerutu Chaira dalam hati. Lisa adalah ibu tirinya dan semenjak kepergian ayahnya Chaira mau tidak mau harus menghidupi ibu dan adik tirinya. Dan beruntungnya Lisa tidak pernah mengeluh saat harus mondar mandir kerumah sakit untuk menemani angela kemo disaat Chaira tengah sibuk bekerja. "Ibu fikir semudah itu mencari uang?" "Lalu bagaimana dengan nasib cucuku?" Chaira enggan berkomentar,ia memilih pergi meninggalkan lisa. Lalu menyandarkan dirinya tepat didepan pintu kamar rawat Angela putrinya. Sekelibat ucapan dokter sialan membuat dirinya kembali menimang persyaratan yang pria itu ajukan. "Jika kau mau menjadi pemuas nafsuku!aku akan membantu semua hal yang kau inginkan." Pemuas nafsu?yang benar saja? Begitu burukkah dirinya hingga dokter sialan itu bisa tau profesinya. Chaira menghembuskan nafasnya pelan lalu berjalan entah kemana?yang ia fikirkan saat ini adalah bagaimana caranya Angela segera dioperasi tanpa halangan apapun termasuk biaya. Chaira terus saja berjalan menyusuri koridor rumah sakit hingga tanpa ia sadari langkahnya tertuju pada tempat yang.... "Apa kau berubah fikiran?" Salah! Chaira mengerjap-ngerjapkan matanya. Nafasnya seketika tercekat matanya terbelalak mana kala kakinya menuntunnya kembali keruangan dokter sialan. Apa kalian pernah melakukan hal yang sama?saat otak kalian tidak bisa berfikir jernih dan tanpa sadar langkah kalian membawa kalian kedalam masalah baru? Aku harap tidak karena itu bisa menjadi bertambah masalah baru bagi hidup kalian. "Aku_"Chaira bingung dan matanya masih tetap menatap sekeliling,berharap jika ini tidaklah nyata. "Bagaimana?apa kau berminat?" "Eh?"seketika Chaira memundurkan tubuhnya saat Nathan tiba-tiba saja mendekat padanya. Bahkan sangat dekat hingga d**a mereka saling bertabrakan. "Dok_dokter" bibir Chaira tergetar mana kala melihat sosok yang begitu tampan namun terlihat sangat dingin. "Apa kau takut padaku?" "Eh?"Chaira menggeleng lalu mengangguk. Chaira semakin tidak bisa berfikir jernih saat wajah Nathan semakin mendekati wajahnya. Dan tangan kekarnya menarik paksa pinggul Chaira. Hingga kedua tangan Chaira menempel sempurna didada bidang Nathan yang berbalut kemeja putih dan snelinya. Berusaha mendorong tubuh Nathan namun.. Sial... Bibirnya terlalu sayang untuk dilewatkan. Otak m***m Chaira kembali mendominan isi diseluruh ruang otaknya. Sekuat tenaga Chaira menahan gejolak sialan yang siap meledak-ledak. Menelan ludahnya dalam-dalam saat menatap lurus kearah bibit sexy Nathan. "Apa yang kau_"seketika Nathan membulatkan matanya saat Chaira melumat bibirnya dengan sangat tiba-tiba. Bagi Chaira hembusan nafas Nathan seakan berubah menjadi candu baginya. Sejenak Nathan terkejut dan dengan cepat ia melepas pelukannya. "Apa yang kau_" "Itu jawaban dari semua pertanyaanmu.."persetan demi apapun Chaira sudah kepalang menanggung malu dan mau tidak mau Chaira harus menyetujuinya. Pemuas nafsu? Bahkan Chaira tidak yakin jika Nathan yang memintanya menjadi pemuas nafsu namun Chaira lebih yakin jika dirinya sangat-sangat puas dengan nafsunya. Gila?mungkin tapi. Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD