Sepersekian detik Chaira merasa ada sesuatu yang tengah membelit tangannya. Perlahan dia--Chaira membuka matanya,nafasnya terengah seolah ada sesuatu yang mengganjal dihidung mancungnya. Lampu temaram menerobos masuk kedalam penglihatannya. Tangannya terasa kaku saat ingin bergerak seolah ada sesuatu yang mengganjal. "Sayang! Untunglah kamu sudah siuman." Suara itu terdengar familier ditelinga Chaira. Kesadarannya belum sepenuhnya pulih kepalanya masih sedikit pening. Namun saat tangannya merasakan setetes air,Chaira sepenuhnya tersadar. Ia mengedarkan pandangannya memandang suaminya dengan wajah paniknya. "Ada apa dengan saya mas? Kenapa saya ada dirumah sakit ini?" Nathan tersenyum lembut sembari mengusap butiran bening yang membasahi mata indahnya"kamu terpeleset dikamar mandi saat

