Chapter 30-B

1335 Words

Pusat tata surya di ufuk Barat itu perlahan tergelincir menimpa cakrawala. Warna jingga kemerahannya yang memancar seakan melambaikan salam perpisahan. Sementara itu, sepasang sejoli masih duduk di atas pasir dengan jemari yang saling bertaut seiring dua hati yang telah bersatu. Tak lelah mereka menyaksikan ombak bergulung dan senja, menanti kilau bintang yang muncul seiring datangnya langit hitam. "Rigel time," lirih Binar seraya menengadahkan kepala ke langit. Rigel mengernyit bingung. "Hah?" "Matahari telah melambaikan salam perpisahan dan para nelayan Indonesia telah menyambut Rigel sang penuntun arah di langit bagian barat daya." Binar menghela napas berat, lalu kembali berkata, "Kakak tahu, apa yang dulu membuatku menyerah dengan mengikhlaskan Kakak untuk Kak Naresha?" Rahang Rig

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD