Chapter 18

1893 Words

Rigel dan Binar telah sampai di sebuah hotel tempat pesta yang diselenggarakan rekan kerja Rigel digelar. Memarkir mobil di depan pintu masuk, Rigel melepas seatbelt-nya. Namun berbeda dengan Binar, wanita itu menunduk seraya memainkan jemari lentiknya. Tersenyum kecil, Rigel mendekatkan diri ke arah Binar, melepas seatbelt istrinya, hingga membuat wanita itu mendongak menatapnya. "Ada yang salah?" tanya Rigel kala melihat wajah istrinya yang terlihat pucat. Binar menggeleng. "Aku takut kehadiranku membuat Kakak malu. Aku ... cacat." "Hei ... siapa yang berani mengatakan hal sebodoh itu? Kau pasti bisa sembuh. Dokter mengatakan kalau kau hanya butuh terapi lebih sering, lagi pula kakimu sudah memperlihatkan banyak kemajuan." Rigel menggenggam tangan Binar seraya mengusap punggung tangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD