"Makasih, Tante. Aku masih belum pengen makan." "Sampai kapan kamu jawabnya itu-itu terus, Canyol? Tante nggak mau ya liat kamu pingsan nanti." Gue senyum sama Tante Luna. "Aku cowok Tante, masih kuat kalo nggak makan seharian." Iya, gue kuat karena gue cowok, nggak kayak kesayangan gue yang sok-sokan kuat. "Tapi kamu juga harus makan, Nak. Nanti kalo Tante kesini lagi, kamu harus makan, ya?" Gue mengangguk patuh lalu Tante Luna kembali ke depan buat menyambut tamu yang bakalan datang. Gue tau, Tante Luna khawatir sama gue yang nggak beranjak dari duduk gue tepat di depan tempat istirahat terakhir Anna dari di rumah sakit sampai dipindahin ke tempat rumah duka. Setelah menangis di rumah sakit kemaren, gue nggak menangis lagi sampai sekarang. Gue cuma duduk manis menemeni mereka berdu
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


