"Mulai sekarang kamu tinggal di rumah Tante. Setelah pulang dari sini kamu langsung ke rumah dan barang-barang kamu biar Tante yang urus." Suara Tante Luna yang sedikit serak sehabis menangis, membenarkan letak selimut di atas tubuh Anna. Sekarang Anna sudah sadar dari setengah harian penuh nggak sadarkan diri. Ia masih terlihat rapuh karena wajahnya yang pucat. Kalau Tante Luna mengomel begini, biasanya Anna ikutan mengoceh atau helaan nafas yang keluar dari mulutnya. Tapi sekarang Anna cuma senyum menanggapinya. Hati Luna merasa menciut melihat keponakan kesayangannya begitu lemah akibat melawan pengakitnya sendirian, tanpa seseorang di sampingnya. Mengingat Anna tinggal sendirian di apartemennya yang terlihat sepi. Sebenarnya Luna ingin menanyakan sudah berapa lama dan kenapa meny

