Dompet

1091 Words

Serasa ada sesuatu yang nyerang mata gue, dengan terpaksa gue membuka mata perlahan. Ternyata sinar matahari yang mengganggu. Seolah menunjukan kalau matahari sudah lumayan tinggi. Gue mencoba bangun dari posisi tidur, rasanya gue nggak mau bangun mengingat tadi malam. Iya gue nggak sepenuhnya mabuk, gue cuma nggak bisa ngontrol diri gue sepenuhnya. Sebenernya gue muak yang namanya alkohol, tapi dari sisi lain gue bilang gue perlu-seenggaknya bisa bikin gue bernafas dari masalah yang bikin d**a dan pikiran gue sesak kalo mengingatnya, karena gue belum menemukan cara lain yang bikin gue benar-benar lega. Awal mula gue minum itu karena lumayan terpengaruh sama dunia barat, selama di Inggris temen-temen gue disana minum adalah hal biasa dikala senang atau sedih sekalipun. Jadi selama dua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD