Pagi hari burung-burung berkicau saling bersahutan memanggil kelompoknya, matahari tanpa malu-malu menampakkan sinarnya menghantarkan kehangatan. Sama seperti wanita yang dari setengah jam lalu asik memandangi bayangannya dicermin yang terdapat semburat pink dikedua pipinya.
Astaga ini benar-benar memalukan!!?
Ingatan Calista kembali pada kejadian subuh tadi saat ia bangun dengan posisi kepala sudah didada suaminya dan kedua tangan suaminya memeluk erat pinggangnya seakan tidak rela jika orang yang didekap pergi.
Calista tak tahu kenapa Keanu bisa tidur dikamarnya padahal selama mereka menikah mereka tidur dikamar berbeda, dan lagi selama ini mereka tinggal satu atap tapi seperti tak saling mengenal kecuali nama masing-masing.
Apapun alasannya Calista tak peduli, yang ia pedulikan adalah hubungan dengan suaminya mulai membaik. Calista tak munafik saat membuka kelopak mata hal pertama yang ia lihat adalah sosok suaminya perasaannya senang dan kegembiraan membuncah dihatinya.
Jika kalian ingin tahu bagaimana perasaan Calista saat ini, ia dengan senang hati akan memberitahukan kepada kalian, seperti ada roller coaster didalam perutnya.
**
Keanu terbangun saat cahaya matahari sudah menerobos melalui celah-celah gorden kamar. Sambil memeggangi kepalanya karena rasa pusing yang melanda seperti dihantam palu godam mata Keanu memperhatikan sekitar merasa asing dengan tempatnya berada saat ini.
Setelah pandangannya semakin lama semakin jelas ia baru sadar bahwa ini bukan kamarnya tapi kamar Calista, istrinya. Lantas bagaimana ia bisa berada disini?
Begini malam itu setelah semua pekerjaannya selesai, Keanu memikirkan segala tindakannya terhadap Calista. Dan bagaimana orangtuanya sangat menyayangi Calista juga sosok Sarah yang selama setahun lebih ini mengisi hatinya, juga perkataan orangtuanya yang membingungkan tentang Sarah.
Semakin memikirkan itu semua sakit dikepala Keanu semakin menjadi akhirnya Keanu pulang dengan keadaan kepala yang rasanya seperti mau pecah. Sangking sakitnya kepalanya Keanu sampai tak tersadar bahwa ia salah masuk kamar yang berjarak satu kamar dari kamarnya. Setelah berganti pakaian menjadi piyama Keanu langsung tidur mengistirahatkan badan dan pikirannya dari segala sesuatu yang mengganggu kepalanya hingga ia tak sadar bahwa ada orang lain yang sedang tertidur pulas disampingnya.
"Aaarrghh"pekik Keanu saat merasakan kepalanya berdenyut tak karuan karena memikirkan kenapa ia bisa salah kamar seperti ini.
Keanu berjalan pelan dengan tangan masih memeggangi kepalanya sambil terus memfokuskan pandangannya yang sedikit buram.
Setelah sampai dikamarnya ia segera menuju kamar mandi, melepas pakaiannya dan mulai berendam berharap sakit dikepalanya berkurang dengan berendam air hangat dan menghirup aromatheraphy yang menguar dari lilin yang dinyalakannya didekan bath up.
Sedangkan ditempat lain tepatnya didapur Calista tak henti-hentinya tersenyum bahkan sesekali tertawa kecil saat mengingat kejadian tadi.
Aih murahan sekali padahal cuma gitu doang!?!
Setelah semua masakan matang Calista menatanya diatas meja makan semoga suaminya mau makan masakannya.
Tak lama Keanu datang dengan setelan kantornya, walaupun matahari sudah naik tapi ia tetap berangkat kekantor tak masalahkan orang itu perusahaan dia ya bebas-bebas aja.
"Makan mas"seperti biasanya Calista selalu menawari Keanu makan tetap dengan senyum lebar bahkan lebih lebar daripada senyum pepsodent.
"Saya sudah telat"tetap jawaban pendek dan terkesan dingin yang Calista dapatkan setiap hari, tapi ia tak lelah karena ia angap ini semua perjuangan untuk mempertahankan rumah tangganya walaupun hanya dia yang berjuang.
Tak masalah.
Senyum diwajah Calista tetap terpatri indah tanpa merasa sakit hati dengan jawaban itu. Ia bisa membungkus semua makanan untuk orang-orang dicaffenya.
**
Jam tiga sore Calista berjalan menuju mobilnya tang terparkir diparkiran caffenya. Ia berencana untuk membeli beberapa keperluan makanya ia pulang sore.
Setelah sampai dipusat perbelanjaan, Calista mencari keperluan yang dibutuhkannya. Calista keluar dari sebuah toko ada yang menepuk pundaknya saat ia menoleh betapa terkejutnya ia karena yang menepuk pundaknya adalah orang yang sudah lama tak ditemuinya.
"Calista?"tanya orang itu untuk meyakinkan bahwa sosok didepannya memang Calista.
"Ardi?"tanya balik Calista ketika matanya melihat orang yang sudah lama tak bertegur sapa dengannya.
"Lo Calista? Ya Allah kemana aja lo tiba-tiba ngilang gitu aja nggk ngabarin sama sekali? Tambah cantik aja lo"ucap laki-laki itu saat yakin bahwa orang didepannya ini memang Calista dengan nada antusias.
"Hahaha bisa aja lo, gue cantik dari sononya kali"tawa muncul dari bibir menggoda Calista saat menanggapi pujian laki-laki yang ia panggil Ardi itu.
"Iye iye percaya gue, eh tapi kenapa tiba-tiba lo ngilang? Apa lo belum bisa ngelupain gue ya?"PD Ardi dengan nada bercandanya.
"Iihh PD banget lo, ngapain coba gue inget-inget loe nggak penting banget"tawa Calista semakin nyaring saat mendengar kepedean Ardi yang tidak berkurang dari dulu.
"Ya siapa tau lo nggak bisa move on dari gue, ye kan?"
"Lo kali yang nggak bisa move on dari gue?"canda Calista.
"Aish kok lo tau sih, gimana mau move on coba kalo pacarnya secantik lo eh maksudnya mantan pacar"jawab Ardi menanggapi candaan Calista.
Kalian tidak tahu siapa Ardi? Begini Calista akan sedikit menceritakan sedikit siapa Ardi.
Saat kuliah Calista pernah berpacaran dengan Ardi walaupun mereka sebenarnya nggak cocok pacaran karena mereka berdua sama-sama gampang ketawa dan selalu ada aja hal yang jadi bahan bercandaan saat mereka bertemu. Dan ternyata benar setelah beberapa bulan mereka memutuskan untuk jadi sahabat karena mereka lebih nyaman dengan status sahabat daripada pacaran.
Setelah lulus kuliah Ardi tak pernah dengar lagi berita tentang Calista dan sekarang ia bertemu lagi dengan Calista, betapa bahagianya Ardi saat ini.
Setelah sapaan temu kangen itu, mereka memutuskan untuk ngobrol dicaffe sambil mengobati rasa rindu dihati masing-masing.
"Lo sama siapa kesini?"tanya Calista saat waiters mengantarkan minuman dan kentang goreng pesanan mereka.
"Sama tunangan gue tapi dia udah pulang duluan katanya ada urusan"jawab Ardi sambil meminum jus dihadapannya untuk membasahi tenggorokannya yang kering karena terlalu banyak bicara.
"Udah punya tunangan aja lo, gue kira nggak bisa move on"canda Calista sambil memakan kentang goreng.
"Ya udahlah ngapain gue inget-inget lo nggak berfaedah tau"ejek Ardi.
"s****n lo"umpat Calista sambil melempar kentang goreng kearah Ardi.
"Kalo lo gimana udah ada pasangan"tanya Ardi sambil memakan kentang goreng yang dilempar Calista yang berhasil ia tangkap.
"Gue udah nikah"jawab Calista santai.
"APA??serius lo?"pekik Ardi kaget. Karena selama Ardi kenal Calista, ia tak pernah dekat dengan laki-laki. Kalo Calista dekat dengan laki-laki pasti itu sahabatnya atau keluarganya.
Dan ia cukup terkejut dengan kabar Calista menikah. Jangan-jangan saat lulus kuliah ia tak mendengar kabar Calist lagi karena dia....
"Jangan bilang setelah lulus kuliah lo ngilang karna lo nikah?"dan Ardi berharap Calista menjawab tidak.
"Iya lo bener"jawab Calista pelan.
"Kenapa lo nggak pernah bilang ke gue kalo lo mau nikah? Lo nganggep gue sahabat apa bukan sih? Tega banget lo sama gue?"cerocos Ardi dan nadanya tersirat akan kekecewaan dan kekhawatiran akan sahabatnya.
"Sorry, gue bukannya mau nyembunyiin dari lo tapi gue nikah karena dijodohin dan gue nggak bisa nolak. Sekarang gue tinggal sama suami gue"jelas Calista agar Ardi tak salah paham.
"Lo-lo dijodohin?kok bisa? Lo taukan gunanya sahabat itu apa? Gue tau lo butuh curhat dan gue siap jadi pendengar yang baik"ucap Ardi saat melihat sinar kesedihan yang terpancar dari kedua lensa mata Calista juga nada bicara Calista yang sarat akan beban.
"Gue...gue...hiks...hiks"runtuh sudah pertahanan Calista selama ini, memang selama ini ia butuh teman curhat untuk berbagai sesak didadanya tapi ia belum bertemu dengan orang yang buat ia nyaman.
Dan sekarang Calista mengeluarkan segala keluh kesahnya, segala gundah dihatinya, segala sesak didadanya dan segala sesuatu yang jadi awal luka hatinya.
Calista menceritakan bagaimana ia bisa menikah dengan Keanu dan sampai Keanu yang mempunyai kekasih, tak ada yang ditutupi dari Calista karena Ardi adalah salah satu sahabat Calista yang membuat Calista nyaman bercerita.
Setelah mendengar semua itu, Ardi tak bisa berkata-kata lebih tepatnya ia bingung kalimat apa yang cocok untuk suasana hati Calista saat ini.
Yang dilakukan Ardi hanya berpindah tempat duduk menjadi disamping Calista, memeluk Calista dan mengusap punggung Calista mencoba menenangkan.
Calista melepaskan pelukannya saat dirasa tenang setelah menumpahkan segala kegundahan yang mengganjal hatinya, ia mengangkat wajahnya dan tersenyum pada Ardi seakan mengisyaratkan bahwa ia baik-baik saja.
"Thanks lo udah mau denger curhatan gue"ucap Calista saat ia sudah bisa menormalkan suaranya.
"Lo sahabat gue dan itu udah tugas gue, gue prihatin sama lo tapi gue tau lo nggak suka kalo ada orang yang prihatin sama lo jadi gue cuma bisa support dan selalu berdo'a untuk kebahagian lo. Jangan sungkan kalo lo mau curhat sama gue, gue ada disini untuk lo"Ardi memberi semangat pada Calista. Sebenarnya ia tak menyangka sahabatnya bisa mengalami jalan hidup seperti ini.
Setelah puas curhat dan dilanjutkan dengan candaan-candaan garing mereka. Saat ini mereka berjalan menuju tempat parkir karena rencananya Ardi akan mengantarkankan Calista. Namun saat ditengah perjalanan mereka berdua, atau lebih tepatnya Calista dikejutkan oleh dua orang dengan tangan sang wanita mengapit lengan sang lelaki.
"Hai Calista"sapa sang wanita saat berada tepat dihadapan Calista.
"Oh hai"jawab Calista pendek sambil matanya menatap tangan dua orang yang saling terkait itu.
"Eh siapa ini, pacarnya Calista ya?"tanya Sarah, wanita itu saat melihat lelaki yang berdiri disamping Calista.
"Kenalin gue Ardi"salam kenal Ardi pada Sarah sambil mengulurkan tangan.
"Gue Sarah dan ini pacar gue Keanu"jawab Sarah menjabat uluran tangan Ardi dan juga mengenalkan Keanu sebagai pacarnya lebih tepatnya menghina dan menjelaskan pada Calista bahwa status istri dan pacar masih pentingan pacar bagi Keanu.
Dan yang dilakukan Calista hanya memejamkan mata sambil mengsugesti dirinya sendiri bahwa ia harus bisa ikhlas, sabar, dan tabah.
'sabar...sabar, orang sabar ganjarannya surga'hibur Calista pada dirinya sendiri.
Reaksi Keanu bertemu istrinya saat ia berjalan berdua dengan pacarnya tentu saja kaget, belum lagi istrinya sekarang yang berdampingan dengan lelaki yang tak dikenalnya. Keanu hanya diam walaupun banyak pertanyaan yang bersemayam dibenaknya tentang lelaki ini, seperti....
Lo siapanya istri gue?
Atau...
Lo tau kalo orang yang ada disamping lo itu istri gue?
Atau...
Lancang banget lo jalan sama istri orang tanpa izin?
Tapi ia tahu, jika ia bicara seperti itu akan panjang urusannya dan ia nggak mau sakit kepala seperti tadi pagi.
"Kalo gitu kita pergi dulu ya"pamit Sarah sambil berlalu dengan senyum sinis tercetak jelas diwajahnya.
"Oh ya silahkan"jawab Ardi pada Sarah, dan Ardi melihat ekspresi aneh di wajah Sarah.
"Ayo kita pulang"ajak Ardi saat melihat Calista diam saja.
"Itu tadi suami gue"gumam Calista lirih dengan nada sarat akan kesedihan yang mendalam.
Tes...
Setetes air mata pun jatuh dari bola mata indah milik Calista dibarengi tetes-tetes lainnya.
Dan itu adalah....
Awal dari hilangnya semangat Calista.