Hujan deras disertai petir yang membisingkan telinga malam ini menemani Keanu dalam kesendiriannya. Meringkuk dan memeluk erat bantal seolah-olah itu adalah barang bernyawa dan menghirup dalam aromanya, aroma strawberry lembut. Menyesal dan menangis adalah bukan langkah yang baik tapi hanya itu yang bisa ia lakukan. Waktu yang diberikan Tuhan untuknya telah Keanu sia-siakan. Sekarang kebayang seberapa besar penyesalan Keanu atas semua yang ia lalukan dulu. Dan sekarang Keanu hanya meratapi nasibnya dengan selalu tidur dikamar Calista bahkan tidak memperbolehkan siapapun masuk kekamar ini kecuali dirinya sendiri karena Keanu ingin aroma Calista tetap ada sehingga bisa mengobati sedikit saja rasa rindunya. Dan karena rasa menyesal dan rasa rindu yang amat sangat itu pun Keanu harus kehilan

