"Mah!!?" Segera Rio membawa jari Mamanya ke kran dan membasihnya pelan. Mamanya hanya melihat dan melamun lagi. Sarah seperti melihat suaminya di sana. Sesekali wajah khawatirnya membuat Sarah tersenyum kecil. Rio yang melihat hal tersebut merasa aneh. "Ayo Mah, duduk dulu. Rio ambilin plester" ucal Rio menyentak lamunan Sarah Sarah hanya menganggukkan kepala dan menurut saja. Pelan Rio membalut luka Mamanya. Sesekali meniupnya. Hal tersebut tak luput dari pandangan Sarah. Mengelus rambut kecoklatan milik Rio. Membuat Rio mendongak "Kamu mirip sama Papamu" . . . Suasana kamar rawat Gendis minggu pagi ini sudah ramai dengan beberapa saudara juga sepupunya. Ada juga Yang Kung juga Yang Ti. Lalu, Nini juga Kakik sudah anteng di sofa beberapa yang lainnya lesehan beralas karpet yan

