Meski bisa melihat ingatan orang lain melewati sentuhan, ada orang yang paling ingin aku hindari untuk menyentuhnya. Profesor Song orangnya. Fakta bahwa ia mengenal Ethan dan perempuan yang tak lain adalah ibuku jelas membuatku tak nyaman. Aku tak ingin tau apa-apa tentang itu. Namun terlambat. Hanya karena sentuhan yang tidak disengaja, aku melihat semuanya. Meski Ethan dan ibu adalah sebagian kecil dari memori Profesor Song, nyatanya memori itu adalah memori yang paling menggangguku. "Gris, bagaimana tanggapanmu?" tanya Profesor Song tiba-tiba. Aku kaget. Tak menyangka namaku akan disebutkan. Lagi pula aku tak tau apa saja yang sudah ia bicarakan sampai detik ini. Aku tenggelam dalam pikiranku sendiri. Kesulitan konsentrasi, apalagi berpikir jernih. "Mmh ... maaf, sampai dimana

