Tanpa diduga-duga, Profesor Song memberikan aku akses keluar dari markas. Ia menyuruhku pergi keluar untuk melatih kemampuanku membaca memori orang. Katanya, aku akan lebih mudah menyentuh orang lain di luar sana ketimbang menyentuh orang-orang yang ada di dalam markas ini. Karena aku tak kenal mereka, jadi tak terikat emosi apa-apa. Kalau aku menyentuh orang yang aku kenal, aku jadi ikut emosional. Misalnya ketika melihat memori Harvey beberapa hari yang lalu. Aku jadi melankolis selama beberapa hari karena terus teringat akan perjuangannya selama ini. Aku ikut sakit hati. Ikut menderita karena benar-benar merasakan apa yang Harvey rasakan. Meski Harvey sendiri sudah lupa karena kejadian itu bertahun-tahun lalu lamanya. Aku tak sendiri, Arthur menemaniku atas kehendak Profesor Song. Te

