Mira CS vs Rena 2

896 Words
Aldo sejak dari tadi sudah mengamati gerak gerik mira CS yang begitu aneh. Biasanya mereka segera pergi menuju kelas setelah bel berbunyi namun kejadian tak terduga, Mira dengan sengaja mengangkat kakinya agar Rena tersandung. Tapi di luar dugaan, Rena keluar membawa gayung yang berisi pewarna. Sehingga Mira CS kena batunya sendiri. Aldo yang sejak tadi memperhatikan pun ikut tertawa atas kejadian itu.. . Hahaha lo lucu banget ka.. "tawa Rena kembali . Sial, berani lo sama gue hah?... "ucap Mira yang sudah mengangkat tangannya untuk menampar Rena . Berani lah, kalau takut berarti lo setan. Kan gue takut sama setan!.. "jawab Asal Rena . Brengs.... "ucap Mira terhenti ketika sesosok Aldo datang . Ehm.. "Aldo berdehem untuk menahan tawanya . Apa yang kalian lakukan disini..? "tanya Aldo . I-itu pak..."jawab Rena diselak oleh Mira . Dia sengaja buat nyiram kita pakai ini pak, lihat tuh dia bawa dua gayung yang masih ada digenggamannya. Hukum aja dia pak, gak ada sopan sekali sama kakak kelas.. "jawab Mira dengan nada manja dan mencoba menarik perhatian Aldo . Rena hanya berdecih dan menggelengkan kepala karna faktanya ialah yang jadi korban. . Lebih baiknya kalian saya antar ke ruang BK.."ucap Aldo yang sudah berjalan duluan . Awas lo!!! Gue peringatin, jangan pernah lo deketin Aldo karna dia cuma milik gue!!.. "ucap Mira yang dianggukkan oleh Angel dan Selli, kemudian menyusul Aldo yang sudah mulai menjauh dan drama dimulai. . Pak Gurtam, bapak tau gak si. Si Rena itu benci banget sama aku. Sampai aku disiram pewarna kayak gini.. "ucap Mira pura-pura sedih tak tidak direspon oleh Aldo . Katanya aku gak pantes buat bapak, aku ngiri atas kejadian tadi. Padahal bapak tau gak yang sebenarnya, dia itu cuma pura-pura pingsan pak..."ucap Mira kembali . Dia itu w************n pak, dia sengaja menarik perhatian ba.."ucap Mira terpotong . Stop!!! Saya tidak ingin mendengar kamu menjelek-jelekkan siswa lain terutama Rena.. "ucap Aldo tegas . Bapak gak percaya sama saya? "tanya Mira . Saya saksi dari kejadian tadi dan sudah saya rekam ucapan kalian. "jawab Aldo . Lho pak Aldo ngapain sampai nge gas gitu ya.. "batin Rena . . Tok.. Tok.. Tok.. Assalamualaikum, Bunda Lia.."ucap Aldo sambil memasuki ruangan. . Waalaikumsalam. Lho Mira kamu kenapa bisa begini?.. "ucap Lia selaku guru BK dan Ibu Mira. . Aku dikerjai sama Rena bun, anak kelas 10. Tuh orangnya.. "ucap Mira dengan senyum jahat ke arah Rena dan di angguki oleh kedua sahabatnya . Rena hanya tersenyum, ia yakin jika ia tidak bersalah. Pasti ia tidak akan dihukum. Namun kenapa si Mira ini selalu mengada ngada. Tidak pernah fakta, selalu berbicara kebohongan. Kasihan sekali pak Aldo kalau sampai benar mereka menikah. Wajahnya memang cantik tapi tidak dengan hatinya. Semoga dibuka mata hati nya. Hhh kenapa gue jadi peduli sama pak Aldo sih. Lagian kenapa harus ada dia sih. Heran deeeeh.. . Benar begitu Rena..? "tanya Lia . Tidak bu, bukan begitu kejadiannya.. "tegas Rena membela diri . Benar bun yang diucapkan Rena, dia mencelakai kita bertiga di depan toilet. Coba saja bunda Lia cek CCTV.. "ucap Angel dan langsung menutup mulutnya . Kenapa kamu menutup mulut? "tanya Lia sambil memicingkan matanya. Ada yang tidak beres . Dengan segera bunda Lia meminta izin untuk mengakses CCTV sekolah. Namun tidak ada hasilnya karena Selli sempat meminta tolong sepupunya untuk menghapus kejadian dikamar mandi. Mira CS saling bertatapan dan tersenyum kemenangan. Aldo yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya pelan. Sedangkan Rena cemas, karena takut disalahkan. . Biar aku ceritain ya bund, tadi kita abis dari kamar mandi. Terus kita ngomongin Pak Gurtam, tapi kayaknya nih cewek gak terima deh sama yang kita omongin. Terus kami di siram sama cewek jahat ini.. "ucap Mira berwajah sedih . Maaf bu, apa saya boleh berbicara dan membela diri.. "ucap Rena cemas . Silahkan, saya ingin tahu dari cerita kamu.. "jawab Lia . Tadi selepas habis dari UKS, saya meminta izin kepada ketua kelas untuk mengganti pembalut. Karna saya sempat pingsan pagi tadi dijam olahraga. Kami berpapasan wajah, yang saya yakin mereka sudah selesai dari ritualnya. Tapi mereka malah lanjut menjelek-jelekkan saya. Katanya saya murahan, pura pura pingsan dan mencoba menggoda pak Aldo. Padahal dugaan mereka itu salah besar. Kemudian suara mereka tak terdengar lagi, jadi saya putuskan untuk keluar. Tapi ada yang aneh. Saya melihat sepatu putri ibu di dekat pintu, wajar menurut saya kalau harus berjaga-jaga dan benar saja. Anak ibu yang bernama Mira ini, menyandung kaki saya hingga terjatuh. Saya sengaja membawa 2 buah gayung agar mereka tak bisa kabur. Itu menurut pandangan saya.. "ucap Rena berharap Lia akan mempercayainya . Apa bener begitu Mir? "tanya Lia lagi . Dia mengarang bun. Aku gak mungkin setega itu.. "jawab Mira mulai menangis . Aldo jengah dan ia tidak bisa melihat Rena dipojokkan seperti ini. . Saya membenarkan ucapan Rena bu, ini rekamannya. Kebetulan saya adalah saksi mata kejadian itu..."ucap Aldo memberikan ponselnya ke Bunda Lia . Rena tertegun dan Mira jelas cemas. . Baik Rena, ini sudah dijadikan bukti bahwa Mira memang bersalah. Terima kasih sudah berkata jujur. Kamu boleh kembali ke kelas biar Mira saya yang menghukumnya. Saya tidak akan membela jikalau Mira salah... "ucap Lia bijak . Terima kasih banyak bu. "jawab Rena lanjut mengucap salam dan segera keluar dari ruangan. . Saya pamit bun, rekaman sudah saya kirim ke bunda Lia dan Bapak Kepala Sekolah.. "ucap Aldo yang kemudian mengucap salam . Terima kasih nak Aldo.. "ucap Lia
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD