Tok... Tok.. Tok..
Tok... Tok.. Tok..
Tok... Tok.. Tok.. Assalamualaikum.. Pak Aldo.."ucap Rena Malas karna tak ada sahutan dari dalam ruangan
.
Ih ni guru gimana sih daritadi gak ada jawaban? Tadi katanya minta gue keruangan dia, sekarang giliran gue udah disini orangnya malah gak ada atau dia pura-pura gak denger ya.. "Ketus Rena
.
Ih Pak Aldo nyebelin banget sih, bisa bisanya gue disuruh nunggu disini? Tadi aja bikin terbang. Sekarang gue malah gak dianggep. Maunya apasih tuh guru!!.."ucap Rena Kesal
.
Ah, oke fix. Dia udah gue blacklist dari Calon Imam idaman..."marah Rena
.
Ehhmmmmmm, sudah ngatain saya nya?.. "jawab seseorang di balik tubuh Rena
.
Rena tak bergeming, hatinya kalang kabut hingga akhirnya ia berbalik badan.
Bapak dari kapan ada disitu?.. "tanya ketus Rena
.
Dari kamu sampai dan ketuk pintu saya.. "ucap Aldo santai
.
Kenapa bapak gak jawab salam saya.? Salam kan wajib dijawab pak.. "ucap Rena
.
Saya jawab, kamunya aja yang terlalu fokus berfikir negatif tentang saya. Sehingga saya ada dibelakang kamu aja kamu tidak tahu.. "ucap Aldo yang langsung melewati Rena sambil membuka pintu ruangan
.
Ayo masuk, sampai kapan kamu masih mau disitu?.. "ucap Aldo lagi
.
Rena sangat menyukai aroma maskulin sang Guru tampannya. Hingga ia kehilangan fokus.
.
Tak ada jawaban dari Rena. Akhirnya Aldo menggenggam tangan Rena sehingga membawanya masuk ruangan dan duduk di sofa. Mereka duduk bersebelahan dengan jarak yang sangat dekat membuat siapapun iri untuk melihatnya.
.
Ehmmm, ba..bapak manggil saya kesini ada perlu apa ya?.. "ucap Rena setelah sadar dari angannya
.
Saya mau ajak kamu menikah. "jawab Aldo cepat
.
Saya gak mau nikah dulu pak. Saya mau sekolah dulu.. "jawab Rena sambil geleng-geleng kepala dan reflek menjauhkan diri namun ditepis Aldo dan kembali menarik tangan Rena agar ia tak terjatuh namun nihil. Usahanya malah membuat keduanya semakin tak bergerak.
.
Bagaimana mau bergerak, Aldo yang refleks menariknya membuat bibir mereka beradu suasana hening yang membuat keduanya terpaku. Mereka tersadar karna mendengar teriakan beberapa siswa yang sedang mengikuti eskul karate. Rena melepaskan genggaman dan mereka membenarkan posisinya masing-masing. Hingga duduk menjauh dan berhadapan
.
Bapak apa-apaan sih! Bapak sengaja mencium saya ya?.."ucap ketus Rena
.
Maaf, saya tak bermaksud demikian. Saya hanya takut kamu jatuh. "jawab Aldo dengan memelankan suaranya
.
Bisa-bisanya guru yang mereka idam-idamkan bertindak m***m seperti ini. Saya tak habis fikir kenapa bapak melakukannya kepada saya. Hah? "ucap Rena marah sambil berdiri dan hendak keluar dari ruangan guru tampannya itu.
.
Ini tidak seperti yang kamu kira Rena. Ini murni kecelakaan! Kamu boleh tanya apapun tentang saya ke seluruh warga sekolah. Saya tidak pernah berbuat m***m sebelumnya dan maaf jika kamu menganggap ini m***m namun ini pertama kalinya saya meminta siswa ke ruangan saya setelah pulang sekolah.. "jawab Aldo Tegas
.
Mana mau maling mengaku maling! Saya benci bapak!!! Permisi!!!.."ucap Rena meninggalkan Ruangan
.
Bisa-bisanya dia ngambil ciuman pertama gue dasar p*****l!!! "ucap Rena mengumpat dalam hati
.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Pagi ini mood Rena memang sedang buruk. Bagaimana tidak, ini hari pertama dia dalam masa bulanan wanita. Pelajaran pertama pun membuatnya semakin murka. Ya, jam pertama dan kedua adalah pelajaran olahraganya Pak Aldo. Tak mudah baginya untuk melupakan hal kemarin karna ini adalah kali pertama dan bukan dengan pacar pertamanya melainkan seorang guru besar kemungkinan cinta pertamanya.
Di satu sisi sikap Rena yang Acuh namun tidak berlaku bagi Aldo, Aldo tetaplah Aldo. Tetap bersikap ramah dan friendly. Seakan tak ada kejadian yang berarti yang semakin membuat Rena murka.
.
Baik teman-teman mari kita pemanasan yang diawali dengan berdo'a. Rena boleh saya minta kamu untuk memimpin do'a agar pelajaran kali ini lancar?... "tanya Aldo sambil tersenyum
.
Saya lagi gak mood pak, yang lain aja deh.. "jawab Rena sambil memicingkan matanya malas.
.
Baiklah, Indera tolong pimpin ya.. "ucap Aldo
.