BAB 17- Usaha Keras Gavin

1168 Words

“Ngapain kamu ke sini?” kelopak mata Kanaya menyipit saat melihat Gavin tersenyum memandangnya. “Makan. Memangnya mau apa lagi?” Gavin seakan mengejek gadis itu. “Dari sekian banyak tempat makan di kota ini, kenapa harus ke sini?” “Memangnya ada larangan buat makan di sini? Terserah aku dong, kan uangku. Ngomong-ngomong, bisa letakkan pesananku? Aku udah lapar dan sebaiknya kamu cepat kembali bekerja. Soalnya lagi rame.” Gavin mengedipkan matanya. Kanaya berdecak dan mau tak mau meletakkan pesanan Gavin, dengan sedikit kasar. “Jangan galak-galak jadi pelayan. Nanti pelanggan pada kabur.” Kanaya sempat menghentikan langkah saat mendengar Gavin bicara demikian. Namun sejurus kemudian ia memilih untuk tak menanggapinya. *** “Sore ini mau ke mana?” tanya Boni pada Kanaya yang berjalan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD