Kanaya mengangkat alis. "Kenapa nggak bilang langsung ke orangnya?" tanyanya, meskipun sebenarnya sudah bisa menebak jawaban Silva. Silva tertawa kecil, menatapnya dengan sorot mata penuh maksud. "Soalnya aku yakin kamu bakal langsung nyampein ke dia. Lagi pula, aku kan nggak mau terlalu... mengganggu dia saat sedang sibuk." Kanaya hampir tertawa. Mengganggu? Sejak kapan Silva peduli soal itu? "Bilang ke Gavin," lanjut Silva, "aku tadi senang banget bisa makan di sini. Makanannya enak, tempatnya nyaman. Tapi lebih enak lagi kalau kita bisa makan bareng kapan-kapan." Kanaya menatapnya dengan ekspresi datar. "Itu aja?" Silva tersenyum lebih lebar. "Iya dong. Oh, dan..." Gadis itu bersandar sedikit ke meja kasir, menatap Kanaya dengan penuh kemenangan. "Kamu tahu, Gavin itu perhatian ban

