ADA yang hilang. Ada yang berbeda. Ada sesuatu yang tidak mengisi tempat seharusnya. Namun, entah apa yang hilang, entah apa yang harus diisi. Rasanya kekosongan ini tidak dapat dijabarkan, tetapi meresahkan untuk dibiarkan. “Ada apa ini? Kenapa rasanya ada yang kosong?” Flora duduk di tepi kasurnya, menatap langit pagi yang mulai panas karena matahari. Semua tubuhnya terasa malas untuk digerakkan, apalagi dipakai mengerjakan sesuatu. Entah berhubungan atau tidak, Flora masih kepikiran dengan kekosongan yang mengganggunya sejak kemarin. “Kenapa aku merasa sedih tanpa alasan? Seharusnya aku senang karena hari ini Flair pulang,” gumamnya. “Apa karena pertengkaran dengan Taylor masih belum berbaikan? Ah, tidak mungkin. Flo, kau dan Taylor sudah mengalami jutaan perselisihan. Begitulah per

