SEJAK kemarin tetua itu datang, Damian tak hentinya terlihat gusar jika sedang menyendiri. Bahkan dia lebih banyak menghabiskan waktunya berpikir daripada berdiskusi dengan Xavior atau mengganggu waktu membaca Flora. Pria itu tampak tak sedang baik-baik saja, bahkan saat tidur semalam, Damian beberapa kali meracau dalam tidurnya dan membangunkan Flora. Flora dan Xavior memperhatikannya dari teras, memberikan Damian waktu menyendiri di tengah lapangan berlatih. Ya, kalau menghampirinya pun Damian kemungkinan besar mengatakan ‘tidak apa-apa’ atau menghindari pertanyaan. “Ada apa dengan Alphamu?” “Entahlah, dia tidak bisa fokus dan terus gelisah bahkan saat kami sedang menyelesaikan beberapa masalah.” “Dan dia tidak menceritakan padamu? Aneh. Apa kalian bertengkar?” “Kenapa kami harus be

