Marco berjalan membusungkan dadanya. Mobilnya berhenti tepat di depan gerbang kediaman Winata Yoga. Keberaniannya menantang Arsen tidak membuat nyalinya ciut. Lelaki itu mengambil tas dan barang-barang Giselle yang sempat tertinggal di kampus. Ia akan menyerahkannya secara langsung pada Giselle. Tidak takut dengan pertentangan yang akan terjadi. Marco sudah siap menghadapi semuanya. Ia telah menelepon beberapa anak buah ayahnya untuk bersiap jika sesuatu terjadi padanya. Setidaknya ia tidak ingin harga diri seorang Adi Putro akan jatuh di hadapan Winata Yoga. Beberapa pengawal Winata Yoga yang berjaga di depan langsung menelepon Arsen. Mereka memberi kabar kedatangan Marco. Mereka hanya akan mengizinkan arco masuk jika Arsen yang menyuruhnya. Arsen meminta anak buahnya untuk menyuruh Mar

