Menjemput di Bandara

1297 Words

Marco keluar dengan wajah dipenuhi amarah. Lelaki itu tidak peduli dengan lelaki yang meringkuk lemah karena ulahnya. Ia pergi tanpa memberikan komando apa pun pada anak buahnya. Lelaki itu marah dan memilih pergi membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Ia merasa sang ayah mulai mengatur apa yang diinginkannya. Marco tidak suka dan tidak ingin ayahnya mulai mencampuri urusan pribadinya. “Tidak ada yang bisa menghalangiku!” Marco menambah kecepatan mobilnya. Dalam keadaan emosi, lelaki itu lebih memilih menghabiskan waktunya berada di club. Ia akan berada semalaman di sana untuk minum dan bermain-main dengan para gadis. Sementara di tempat lain, Arsen membawa Giselle pergi menjemput Winata Yoga beserta rombongan. Mobil mereka berada paling depan dan hanya ada Giselle dan Arsen di dal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD