“Pa, Giselle minta maaf.” Gadis itu duduk dan menangkupkan kedua tangannya. Setelah acara pemakaman selesai. Winata Yoga dan sang istri senang melihat anak gadisnya pulang. Mereka langsung mengajaknya pulang dan berbicara di ruang keluarga. Mereka memang sengaja berbicara hanya bertiga dan membiarkan Arsen untuk tetap berada di luar. Winata Yoga hanya ingin berbicara dengan Giselle tentang semuanya. Salah satunya tentang Arsen. Ia harus membicarakan masalah serius itu kepada putrinya. Ia tidak ingin puterinya terpuruk lagi saat mendapati kenyataan yang tidak ia inginkan. Ada banyak hal yang belum Giselle ketahui sama sekali. Gadis itu seringkali mengandalkan emosinya tanpa berpikir panjang terlebih dahulu. Semua hal yang telah direncanakan Winata Yoga saat Arsen kembali dari USA kacau

