Hujan deras mengguyur seluruh kota Surabaya. Hujan disertai petir membuat aktivitas beberapa pekerja di daerah pelabuhan harus terhenti. Beberapa orang yang terbiasa mencari uang dengan menjadi kuli panggul atau lainnya harus mencari tempat berteduh. Cuaca yang terasa tidak bagus seolah menunjukkan betapa murkanya Adi Putro mendengar kabar putranya babak belur karena ulah Arsen. Penguasa itu merasa harga dirinya tercoreng karena anaknya dipukuli di kediaman Winata Yoga. Musuh bebuyutannya sejak lama. Ia merasa tertampar karena Arsen berani menghajar anak bungsunya tanpa ampun. Sementara kediaman Winata Yoga terasa sangat mencekam. Beberapa anak buah Winata Yoga tengah bersiap berjaga di depan dan pengawasan di ruang pemantau CCTV semakin ketat. Winata Yoga berkumpul dengan Arsen dan beber

