Arsen masih memejamkan matanya. Lelaki itu tertidur di samping Giselle. Semalam Arsen menemani sang gadis hingga malam hari. Mereka tertidur berada di dalam satu kamar yang sama. Giselle membuka matanya tersenyum melihat wajah tampan di sampingnya. Gadis itu memastikan dirinya masih mengenakan busana lengkap. Ia merasa lega karena tidak melakukan hal konyol yang harusnya tidak ia lakukan. “Baru kali ini aku bisa melihat Uncle sedekat ini. Melihat Uncle pertama kali saat aku mulai membuka mata di pagi hari.” Gadis itu masih berbaring dan memandangi wajah tenang Arsen. Sinar matahari yang masuk melalui jendela kamarnya tidak membuat Giselle beranjak dari tempat tidurnya. Gadis itu memilih diam dan tidak membangunkan Arsen. Dia hanya ingin memandangi wajah Arsen sampai puas. Tidak peduli ad

