Bad Day part 2

1031 Words
Bad day part 2 Setelah mereka masuk ke dalam mall, mereka pun mengikuti kemana Arya dan Karina jalan Tanpa disadari oleh Dino, Ia sudah menggandeng tangan Nita sepanjang mereka jalan di mall Nita yang tersadar, namun tidak ingin melepaskan gandengan tangan Dino “ kok tiba-tiba jantungku deg-deg an begini yah, ddduhhhh kenapa sih” monolog Nita dalam hati Tuing-tuing ( Nita yang mencolek Dino) “kenapa?” “ini (sambil menunjukkan tangannya) bisa dilepasin nggak?” “nggak” “lah,,, kenapa nggak?” “biar kamunya nggak ilang” “diihhhh dikata aku anak TK kali yah” sungut Nita “kenapa memangnya? Nggak mau nech di gandeng?” Nita yang sedari tadi sudah salah tingkah, akhirnya menunjuk ke arah Irma dan teman-temannya Tanpa Irma dan yang lain sadari jika Nita dan Dino mengetahui apa yang mereka bicarakan “dasar cewek genthong, bisa-bisanya dia jalan sma Mas Arya, pake acara di belanjain lagi? Khan seharusnya yang belanja sama Mas Arya itu aku bukan dia? Apa bagusnya coba dia? Cantik juga nggak? Masih cantikan aku!!” kata Irma yang sudah emosi sambil menghentakkan kakinya Shinta yang sadar jika mereka jadi tontonan orang banyak karena emosi sahabat disampingnya sehingga membuatnya membuka suara “kalo mau belanja ya belanja aja kali ma, ngapain harus nunggu orang lain buat ngebelanjain? Toh kita juga lagi di mall khan? Diliatin banyak orang tuh, nggak malu apa?” kata shinta yag sudah setengah jengkel karena ulah Irma “diem kenapa sih? Kamu tuh ngerti apa? Mas Arya tuh orang tajir, kalo aku bisa ngedapetin dia, itu udah jackpot banget tau nggak?udah ganteng , tajir ga gampang ke goda lagi sama cewek” jawab Irma yang sudah setengah emosi “ ya tapi dia yang sial kayaknya kalo dapetin orang kayak kamu!” jawab shinta “kalian kenapa sih berdua?” tanya Mina Nita yang mendengarkan ucapan Irma sudah emosi dari awal sudah ingin melabrak Irma tapi di tahan oleh Dino “udah jangan, jangan nambah masalah, kita liat aja ntar kayak gimana” “tapi aku udah geregetan tau nggak, itu anak kalo ngomong nggak bisa di filter sama sekali udah gitu kepedean lagi, sok kecantikan masih cantikan juga aku” Nita yang keceplosan ngomong seperti itu ketika dia emosi membuat Dino merasa gemas “iya memang cantikan kamu kok” jawab Dino tanpa ada ekspresi menggoda dan terlihat serius Nita yang mendengarkan jawaban spontan dari Dino langsung Blushhhhhh wajahnya yang memerah “apaan sih ahhh? Mau nge baperin orang nech ceritanya?” “sapa juga yang mau nge baperin? Memang kenyataan kok, cantikan kamu dari pada Irma, mana mau aku sama anak kecentilan kayak dia” jawab Dino yang serius melihat Nita Back to Irma and the gank Sebenarnya shinta sama sekali sudah jenuh dengan tingkah Irma yang terlalu memaksakan kehendaknya. Belum lagi Irma yang punya prinsip, kalo dia harus “mendapatkan” apa yang dia mau dan dia inginkan. Sedangkan mina yang dianggap oleh shinta tidak punya pendirian yang tetap dan lemot ini semakin membuatnya menjadi gerah dan jenuh Tapi disisi lain, Shinta yang kasian kepada Irma, karena Irma adalah anak bontot yang terlalu dimanja oleh orang tuanya Belum lagi,orang tuanya yang hanya sibuk oleh pekerjaannya masing-masing. Belum lagi kakaknya, walaupun cowok pun juga sibuknya setengah mati lantaran usahanya yang mulai berkembang Apapun yang diminta oleh Irma pasti dituruti oleh kedua orang tuanya dan kakaknya Satu hal yang disyukuri oleh Shinta adalah Irma tidak sampe nyeleweng oleh pergaulan yang salah Ketika dirasa kegiatan jalan-jalan antara Arya dan Karina yang hanya mutar-mutar dan akan keluar dan sepertinya Irma dan teman-temannya tidak berbuat sesuatu yang diluar batas Nita dan Dino akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan juga sendiri di mall “jalan aja yuk? Lama-lama aku kok laper” ajak Dino “mo kemana?” “kamu maunya makan apa? Koren food mau nggak?” “boleh juga tuh,pedes-pedes” “mantep, o iya kamu nggak pengen belanja gitu? Atau pengen beli apa gitu?” tanya Dino “nggak, aku mah kalo nggak butuh-butuh banget juga nggak bakalan belanja, mending ditabung dech” “ehmmm gitu yah, kalo aku pengen beliin kamu sesuatu gimana?” “sesuatu?” “iyah... tunggu disini sebentar yah?” Setelah menunggu 10 menit “niihhhhhhhh.... buat kamu” sambil memberikan boneka panda untuk Nita “boneka panda?” tanya Nita heran “iya... kenapa nggak suka yah? Atau pengen yang lain gitu?” “ehmmm... eng..enggak... lucu kok” jawab Nita sambil menunduk karena dia sudah merasakan jika wajahnya sudah panas dan dia yakin jika wajahnya sekarang seperti kepiting rebus “makasih yah” ucap Nita, bagi Nita itu adalah hadiah pertama buatnya apalagi dari cowok “sama-sama, dah yuk ke lantai atas, aku udah laper banget” “yuk” Mereka pun keatas dan tentu saja Dino tetap menggandeng tangan Nita dan itu pun membuat Nita lama-kelaman nyaman dengan perlakuan Dino Irma dan teman-temannya yang masih mengikuti Arya dan Karina melihat heran kenapa mereka keluar dari mall tapi tidak ke parkiran Saking keponya, mereka terus mengikuti dan kaget ternyata mereka hanya ingin makan bakso yang ada diseberang jalan deket mall “seleranya kenapa nggak banget sih? Kenapa nggak makan di mall aja? Kenapa harus makan di warung bakso pinggiran gitu?” ujar Irma yang sudah semakin emosi “iya tuh makin nggak level aja tuh cewek” kompor si Mina “duuhhh kahhh biarin aja kenapa sih? Apa urusannya coba, mau mereka makan dimana juga urusannya mereka, nggak ngerepotin kamu juga, duit kamu juga nggak bakalan habis juga khan?” sanggah Shinta yang semakin emosi karena tak setuju dengan ucapan kedua temannya “kamu..” ucap Irma sambil menunjuk ke Shinta “apa? Kamu mau marah sama aku, ya udah marah aja, bodo amat sih ahhh” “kamu tuh kenapa sih dari tadi, kayak nggak setia kawan banget?” tanya Mina “setia kawan tuh boleh aja,,,, boleh banget malah, tapi asalkan yang dibelain itu bener aja gapapa, bukan kayak gini” ucap shinta yang membela diri “bawel banget sih ahh” Irma yang sudah bena-benar emosi “ya udah kita pulang sekarang, pokoknya besok disekolah bakalan aku bikin perhitungan itu sama si genthong chubby” ajak Irma kepada 2 temannya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD