Bagian 22 Desi terus berlari sekuat tenaga tanpa menoleh ke belakang. Menuju motor yang ia parkirkan di ujung sana. Berusaha berlari dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki sambil menahan rasa sakit di kaki akibat dilempar dengan balok oleh Bima. Di luar dugaannya, laki-laki yang bersama Bima tadi berhasil menangkapnya. Laki-laki itu melemparkan balok ke arah Desi sehingga membuat Desi terjatuh untuk yang kedua kalinya. Kini, kaki Desi terasa sakit sekali. Rasanya ia tidak sanggup lagi untuk berdiri. Laki-laki itu kemudian mendekat sambil tertawa, "Mau lari kemana kamu, hah? Kamu pikir bisa semudah itu lolos dari kami!" ujar laki-laki berkaca mata hitam tersebut. Tawanya terdengar menyeramkan. "Sekarang aku sudah menangkapmu, aku ingin tau siapa kamu sesungguhnya," ujarnya lagi sambil

