Sorot tajam dari mata cokelat itu memancarkan keberanian yang tak terkira, tak ada rasa takut terbesit di dalamnya meski saat ini dirinya harus beradu pandang dengan mata kuning keemasan seekor harimau besar. Geraman rendah sang harimau sama sekali tak menyurutkan tekad Elan, langkahnya tak gentar dan nyalinya sama sekali tak gentar. Elan kembali merendahkan punggungnya, menyamai posisi mata sang harimau yang siap untuk menerkam dirinya. Tangan kirinya telah siap memegang ujung pedang yang terselip di balik punggung lebarnya. Perlahan-lahan Elan menapakkan kakinya ke samping, ia ingin mencari kesempatan agar bisa menaiki punggung besar harimau tersebut. Namun … kakinya tanpa sengaja menginjang ranting kering dan menimbulkan suara yang mengusik sang harimau yang sedari tadi menunggu kes

