Tidak ada yang namanya kebetulan, yang ada hanyalah pengendalian diri! Agar si o***g tidak oleng. -Erlan yang cenat-cenut mikirin o***g- * Rafi tersedak dan menyemburkan kopi yang sudah ada di mulutnya, hingga membasahi meja kerja juga kemeja putih Erlan yang berharga mahal. “Ya Tuhan, Rafi! Elu kan tahu berapa harga kemeja Hugo Boss gue ini dan elu tega menodainya?” Erlan sesegera mungkin membersihkan noda bekas kopi yang disembur Rafi, “elu macam mbah dukun aja sih semburin kopi?” Rafi berdiri, berlari ke arah Erlan kemudian menarik kerah kemeja lelaki tampan yang sedang sibuk membersihkan noda kopi, ”Renatta? Seriously man?? Renatta staf kita, Lan? Gila luh, beneran gila!” teriak Rafi tepat di depan wajah Erlan membuat Erlan sampai memundurkan wajahnya. “Lepasin gue, Raf, apa-apaa

