Gue bisa merasakan ada bau-bau asmara terlibat antara bos Erlan dan Renatta -Dito yang berperan sebagai kang detektif- * Keesokan pagi, Erlan dengan setia menunggu Renatta keluar unit. Kaki kanannya tertekuk untuk menyangganya berdiri dengan bersandar di tembok depan unit mereka. Terdengar suara pintu dibuka, reflek Erlan menyempurnakan posisinya dan segera ikuti Renatta menuju lift. “Pagi, Renatta.” Sapa lembut Erlan, berusaha menghalangi langkah Renatta dengan menghadang gadis itu sebelum masuk lift. “Pagi juga, Erlan.” Jawab Renatta, dia mendunga dan mata mereka bertemu. Erlan bisa melihat senyum simpul yang diberikan Renatta juga pipi yang merona. “Berangkat bareng denganku seperti biasa kan?” tanya Erlan, suaranya terdengar ragu. “Iya.” Hanya dijawab sepatah kata. Apakah R

