Kamu yang mencuri hatiku kemudian menguburnya! -Renatta to Fatih- * “Kak Fatih!! Huwaa… kakak ke mana ajaaa?? Aku kangeen!!” tangisan cenderung histeris Renatta membuat banyak pasang mata melihat ke arah mereka. Beberapa langsung saja berbisik-bisik layaknya mendapatkan bahan gosip baru. Renatta bahkan melompat-lompat sambil tetap memeluk Fatih. “Renatta,” lirih sendu terucap dari bibir Fatih yang bergetar. Sebuah nama yang selama puluhan purnama menghiasi mimpinya. Sejenak tadi, dia reflek mengangkat tangan hendak membalas pelukan Renatta. Tapi mendadak Fatih bergeming. Kedua tangan yang tadinya terangkat, dia turunkan dan tetap berada di samping tubuhnya, sama sekali tidak membalas pelukan erat Renatta. Beberapa kali lelaki itu hembuskan nafas kasar sebagai tanda ingin lepaskan frus

