Senyap jiwa tak bertuan, sejak rasa engkau taklukan -Renatta to Erlan- * “Pak Erlan, untuk kamar perawatan Ibu Nurfenty akan pilih di kelas berapa?” tanya staf administrasi rumah sakit itu yang takjub melihat ketampanan Erlan. Saat ini Erlan sedang mengurusi proses administrasi kamar inap untuk Fenty di rumah sakit itu. “Kelas VIP saja mbak.” Jawab Erlan singkat, tanpa senyum walau para staf admin yang berjenis kelamin perempuan melihatnya penuh minat. Kepalanya penuh dengan pertanyaan kenapa dan kenapa, lagipula ini menyangkut Fenty, mantan gadisnya. “Baik, silakan lakukan pembayaran deposit di kasir. Setelah itu akan ada perawat yang mengantar Bapak dan Ibu Nurfenty ke kamar perawatan.” Tidak perlu menunggu waktu lama, Fenty sudah diantar ke kamar VIP. Dengan setia, Erlan dud

