Kamu ingin tidur bareng denganku? -Erlan yang bentar lagi pingsan- * “Re… natta, tolong lepaskan pelukanmu dulu sebentar boleh gak? Setelah itu kamu boleh memelukku lagi kok, tapi tolong lepaskan dulu ya.” pinta Erlan dengan suara bergetar. Dia bisa rasakan gelengan kepala Renatta di dadanya. Huwaa mama, o***g di bawah sana sepertinya sudah menggeliat dan terbangun dari mati surinya. Aku harus melepaskan diri dari pelukan ini atau kalau tidak, sembilan bulan dari sekarang akan ada suara tangisan bayi! Aku harus berusaha! “Renatta, sebentar deh, coba lihat tubuh yang kamu peluk ini adalah seorang lelaki normal yang baru selesai mandi dan sekarang shirtless. Apakah kamu tidak takut kalau aku ngapa-ngapain kamu?” mau tidak mau, Erlan memaksa merenggangkan pelukan Renatta. “Bukannya kam

