Gue bukan tim makan bubur yang diaduk atau tidak diaduk, tapi gue tim makan yang bubur ditelan! -Erlan, ketua tim makan bubur ditelan sedunia- * “Ah Dito cemen deh, baru juga sepedaan dua puluh kilo udah ngos-ngosan macam lari marathon empat puluh dua kilo aja sih. Langsung gemetaran gitu minta makan minum.” Keluh Rafi pada Dito yang mukanya memerah karena kelelahan. Nafas lelaki bertubuh subur itu ngos-ngosan, rakus meraup oksigen agar jangan jauh-jauh darinya. Dito duduk terkapar di trotoar kehabisan tenaga. “Makanya Dit, rajin olahraga dong. Jadi laki tuh badan harus kuat gak lembek gini.” Erlan memanasi suasana. “Bukannya dikasih minum kenapa malah pada ngehujat Dito sih?” Renatta memberikan sebotol air mineral dingin yang langsung saja habis ditegak Dito, tidak bersisa. “Hah ha

