“Bu, sudah, Bu. Jangan.” Adelio yang tak tega melihat Andita kesakitan, terpaksa harus tetap memisahkan mereka. “Ayo, bantu melerai!” “Biarkan aku membunuhnya. Sekalian dosa besar yang kutanggung. Dia berperilaku seperti itu pun aku sebagai orang tua harus menanggungnya, jadi jika sekalian membunuhnya akan jauh membuat saya merasa tenang dan lega!” Ibunya Andita yang kalap mata hanya tahu jika anaknya bersalah. “Masukkan dia kembali ke dalam kamarnya,” sahut Grizhelle. Mereka semua harus tetap berdiam di sana hingga beberapa hari lamanya. Pihak musuh pun juga tetap berjaga di sana, hingga sudah dipastika smeua orang benar-benar tak tersisa, musuh pun lega dan meninggalkan tempat itu. Selang beberapa hari setelah perginya musuh, Adelio memerintahkan mereka untuk pergi ke rumah asal merek

