Tak berselang lama,wanita tua itu kembali dengan membawa nampan yang berisikan sepiring makanan dan segelas s**u. "Di makan dulu ya, Nak. Mbok tinggal keluar dulu, ya." Wanita itu beranjak dari tempat duduknya, tapi dengan cekatan Freya meraih tangan wanita itu. "Nenek di sini dulu, ya. Temani Freya di sini. Aku takut," rengeknya. Wanita itu pun menganggukkan kepala. Beliau menemani Freya hingga selesai makan. "Neng Freya, tidur lagi saja, ya. Besok, Mbok temani lagi, ya," ujar wanita itu. Dia tak mendengar, namun Freya mencoba memahami. Dia memilih mengiyakan ucapan wanita itu, meski tak mampu mendengarnya. Freya kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur, lalu menutup tubuhnya menggunakan selimut. Dia memaksakan diri untuk memejamkan mafanya kembali, meski rasa kantuk sudah sirna se

