Nastya masih merasa malas beranjak dari tempat tidurnya, dia juga memutuskan untuk tidak berangkat kerja. Dia masih memikirkan semalam saat Aliando menyatakan cinta. Kini Nastya tidak tahu harus berbuat apa, antara perasaan bersalah dan belum siap untuk bertemu dengan sahabatnya itu. "Aliando memang tampan, sukses dan juga baik hati, apalagi yang kurang darinya? Benarkah aku yang tidak siap jatuh cinta atau karena ada hal yang lain? " batin Nastya. Karena jenuh terus berbaring, Nastya memutuskan untuk mandi dan sarapan. Sebab perutnya sudah mulai perih. Saat makan pun Nastya tidak berselera, dia masih memikirkan bagaimana perasaan Aliando. Apakah pemuda itu akan marah padanya? "Aku hanya memiliki teman dia saja, kalau Aliando marah padaku lalu kelak aku akan sendirian. Tapi untuk

