"Lepas!" pekikku sambil meronta. Aku menggoyang-goyangkan tubuhku kuat-kuat, berusaha lari, dan menggenggam lengan bawahnya. Tangan kirinya melilit bagian dadaku, jadi aku agak sesak. "Jane...," panggilnya. Kulihat tangan kanannya yang diperban, mulai terangkat. Suara tegukan terdengar. Dengan sekuat tenagaku, kutarik lengannya. "Jane... kamar... bantu aku ke kamar...," katanya dengan suara lemas. Kepalanya direbahkan di bahu kiriku. Dia mengucapkan kalimat itu berulang-ulang. Apa aku mesti membantunya ke kamar? Apa yang akan dilakukannya lagi? Dibanding dia terus memelukku seperti ini, mungkin membantunya ke kamar adalah cara terbaik. "Baiklah, aku akan membantu Om ke kamar. Sekarang, tolong lepaskan pelukan ini," kataku sambil menenangkan diriku sendiri. Bukanny
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


