TWELVE

1529 Words

"Kamu apa-apaan sih?! Arga!! Lepasin!!" pekik Wanda. Peduli setan. Arga terus melangkahkan kakinya dan menarik Wanda keluar dari Pub menuju ke parkiran. Tak peduli Wanda meronta ingin melepaskan diri darinya dan memekik karenanya. Arga mengambil kunci mobil dari saku celananya dan mematikan alarm. Ia berhenti melangkah saat mereka sudah berada di depan pintu kursi penumpang mobil SUV hitamnya. Laki-laki berkacamata itu menarik Wanda hingga gadis itu menghempaskan punggungnya ke pintu mobil. Hingga tas gitar yang melindungi punggung Wanda membentur badan mobil. Oh, that was rude. Wanda memang tidak merasakan sakit atau apapun atas perlakuan itu. Namun tetap saja ia tak dapat terima jika diperlakukan seperti ini. Dan saat ia hendak protes, kata-kata yang sudah berada di ujung lidah seket

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD